Daun…. Bentukmu ada yang bulat ada yang memanjang, ada yang oval dan ada yang seperti pedang. Tepianmu ada halus bersih adapula yang bergerigi, ada ada juga yang tebal dan tajam bisa menyobek kulit. Dari bentukmu yang beraneka rupa, belum lagi warnamu sangat bervariasi, hijau pupus, hiju muda, hijau tua, hijau kekuningan, hijau kehitaman, hijau kemerahan, hijau keabu-abuan, hijau kecoklatan, yah sampai pegal tanganku mengetikkan keanekaragaman warnamu ini dan tak sanggup aku menjelaskannya satu persatu. Permukaanmu ada yang halus ada yang kasar, ada yang berbulu sedikit dan ada yang berbulu lebat sampai ada yang licin tanpa bulu, ada juga yang ditutupi lapisan lilin seperti pada daun Keladi sehingga air yang jatuh dipermukaanmu akan terus menggelincir cepat dan terjatuh ketanah. Bahkan bila embun pagi mulai menjauh, masih terlihat titik-titik air di atas permukaanmu dan membentuk konfigurasi yang menarik hati…
Daun…. Engkaupun rela bila dipetik dan dicabik-cabik olehku dan banyak orang lainnya. Aku sering memetikmu untuk kujadikan sebagai hiasan rumahku dan kutaruh dalam jambangan yang berisi air. Kulakukan ini pada daun sirih gading, daun bunga bahagia, daun bamboo jepang dan masih banyak lainnya. Bila daun itu mulai layu dan tak menarik lagi, akupun akan memetik kembali engkau dari taman kecil yang ada di rumahku. Kadang aku merenungi… apakah engkau sakit ketika kupetik, apakah engkau sedih ketika kupisahkan dengan bagian tubuhmu yang lainnya, apakah engkau tidak marah ketika aku sering menyobek-nyobekmu dan mengganti dengan lainnya ketika rangkaianmu tidak enak dipandang mata. Seandainya aku adalah engkau, tentunya aku akan sakit, sedih, marah dan kecewa atas semua perlakuan ini. Begitu besar hatinya dirimu, engkau rela menyerahkan diri untuk kebahagian dan kesenangan kami penduduk bumi ini.
Daun…. Kadang engkau dipetik lalu dimasak dengan air sampai mendidih dan dicampur dengan berbagai suku bangsa dari jenismu juga untuk siap menjadi sebuah hidangan untuk disantap olehku menjadi sayur asa, sayur bening bayam, sayur katuk, sayur kangkung, tumis sawi dan lain-lain, tentu ini sangat menyakitkanmu. Rasa panas akan membuat tubuhmu hancur dan menjadi lembut, semua ini demi kami semua penduduk bumi. Terkadang tubuhmu dicacah bahkan ditumbuk dulu sebelum dimasak diatas api, sungguh besar pengorbananmu ini… seperti pada daun pandan dan suji, demi untuk mengambil airmu yang berwarna hijau dan wangi yang akan ditambahkan sebagai pewarna dan pewangi alami untuk kue-kue dan masakan yang kami buat. Tentu pedih sekali ya badanmu, aku mulai dapat membayangkannya bila aku menjadi kamu…
Kadang engkau dipetik dan dijalin untuk membuat atap rumah pengganti genteng yang masih banyak dipakai di desa desa seperti daun alang-alang, daun kelapa, bahkan daun aren yang sudah jarang orang menanamnya. Daun kelapa juga sering dibuat sebagai kulit ketupat, yang biasa kita masak untuk hidangan dihari Raya sehabis berpuasa di bulan Ramadhan. Yah walaupun tidak Lebaran, daunmu tetap dipetik dan digunakan sebagai kulit ketupat bagi penjual ketupat sayur, ketoprak, gado-gado dan banyak lainnya lagi. Daun kelapa yang mudapun sering digunakan orang sebagai dekorasi pada acara-acara perkawinan, atau acara adat lainnya. Daun pisangpun sangat bermanfaat bagi kami, bisa dipakai untuk membungkus kue nagasari, kue jongkong, pepes ikan, membuat lontong, bahkan dapat dijadikan paying darurat ketika hujan…
Begitu banyak manfaatmu yang mungkin belum kusebut dalam catatanku ini. Semua ini adalah Karunia Alam semesta yang diberikan oleh Allah SWT sebagai penciptanya untuk seluruh penduduk bumi ini. Sering aku tidak menyadari akan Kebesaran Ilahi, sering pula aku tidak menyadari betapa Maha Pengasih dan Maha penyayangnya Allah, yang telah menyediakan alam semesta beserta seluruh isinya untuk kita semua… Baru aku dapat membaca semua ini, betapa engkau hai Daun… begitu tunduk dan patuh atas perintah dari Pencipta Langit dan Bumi ini untuk menyerahkan seluruh dirimu bagi kami manusia bumi yang sering bertindak arogan dan lupa bersyukur atas karunia ini. Jadikan kami agar dapat mensyukuri karuniaMu ini…amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar