Sabtu, 04 Juli 2009

Rumput, Kucing dan Aku.............

Rumput, kucing dan aku….

Aku teringat ketika masih tinggal di rumah yang lama, masih ada halaman di depan yang bisa kutanami dengan tanaman-tanaman berdaun hijau yang meyegarkan mata dan menyejukkan hati. Walau tanaman-tanaman itu bukanlah tanaman yang mahal, bahkan aku mendapatkannya dari tetangga secara gratis. Kadang tetangga membongkar tanamannya yang sudah terlalu banyak dan rimbun, dan menawarinya kepadaku, “daripada dibuang, katanya”. H ehe lumayan sekali, akhirnya halaman depan rumahku lumayan hijau dan penuh.
Sepanjang pagarnya kutanami tanaman katuk, yang selain untuk menutupi debu agar tidak langsung masuk ke dalam rumah, daun katuk itu dapat kupetik dan kumasak sebagai sayur bening untuk makan. Lumayan kan jadi menghemat pengeluaranku he he (pelit atau hemat ya?). Di pojokan salah satu sudut rumahku ada pohon jambu air yang lumayan manisrasanya, walau kadang pohon ini membuatku ekstra untuk menyapunya setiap hari, yah kalau tidak rumah kelihatan seperti gak berpenghuni, penuh dengan serakan daun sampah seperti di hutan liar aja. Pohon jambu ini lumayan membuat rumahku sejuk karena daun-daunnya yang rimbun menutupi sinar matahari yang menerpa depan rumah kami, itung-itung pohon itu memayungi rumah tapi tanpa bayaran sama sekali (padahal kalo nyewa ojek payung bayar seribu ya.. he he).
Di dekat pohon jambu, kutanami dengan tanaman lengkuas/laos yang sangat kubutuhkan bila memasak di dapur, juga di dekatnya kutanami daun kemangi yang biasa kugunakan sebagai lalapan segar, atau sebagai bahan untuk membuat pepes ikan mas, atau tambahan masakan pada kuah masakan lainnya. Lucunya, tetanggaku biasa memetik kemangi ini dengan meminta izin sembari berteriak dari luar aja, seperti “Bu, aku minta kemanginya ya?”. Kadang aku keluar dan memperlisahkannya, kadang bila aku masih ada kerjaan di belakang, atau bila aku sedang sholat tentu saja aku tidak bisa menjawabnya, merekapun akan tetap mengambilnya. Hal ini tidaklah membuatku marah, aku malah senang sekali. Karena tanaman kemangi itu, bila semakin sering dipetik akan cepat membuat cabang dan tunas barunya lagi, yang akhirnya justru membuat kemangiku menjadi tumbuh rimbun dan sehat. Begitu juga dengan tanaman pandanku, rupanya sangat diminati tetanggaku yang senang memasak kue-kue atau masakan lainnya. Yang lucu kadang anakku yang menjawab permintaan tetanggaku, “ya bu silahkan ambil sepuasnya dan uangnya taruh di depan saja!” , jawabnya dari dalam sembari senyum-senyum sendiri (tentunya dengan suara yang pelan yang tidak terdengar dari luar..).
Selain tanaman-tanaman tersebut aku juga menanam beberapa tanaman hias lainnya, dan biasa kutanam dalam pot, agar aku bisa memindah-mindahkannya dengan mudah sesuka hati . Tanah halamanku kututupi dengan rerumputan. Ini juga menambah kegiatanku untuk merapihkannya paling tidak sebulan sekali aku akan mengguntingnya. Lumayanlah hitung-hitung olahraga buat badan ini menjadi tukang potong rumput. Untunglah halamanku tidak besar, jadi tidak membuatku semaput he he, hanya sedikit membuat pinggang pegal karena terlalu banyak jongkok.
Kebiasaanku yang lain dengan anak-anak adalah duduk-duduk di teras rumah sambil menghirup udara luar bila sore hari tiba. Ketika kecil anak-anak akan bermain di taman depan rumahku dan aku duduk di teras mengawasinya. Oya di sekitar rumahku banyak sekali kucing-kucing liar yang datang dan pergi, terkadang ada yang selalu tidur di teras depan rumah. Suatu hari ketika sedang duduk di teras, aku melihat kucing berwarna coklat yang biasa ada diterasku sedang lompat sana lompat sini, kelihatannya ia sedang tidak enak badan, bahkan sesekali ia mengeluarkan erangan seperti merasakan kesakitan. Kalau orang, sepertinya kucing itu merasa ingin muntah, gak enak badannya. Bolak balik seperti itu, kadang menggulingkan badannya di rumput. Tampaknya kucing itu menderita sekali. Kalau kita manusia mungkin bila kita atau anak kita sakit tentu akan meminum obat atau di bawa ke dokter. Tapi bagaimana dengan kucing liar ini, aku juga tidak mengerti apa yang harus kuperbuat, sedangkan aku begitu takut dengan binatang-binatang, aku punya pengalaman buruk sewaktu kecil yaitu dicakar anak kucing, yang kata orang tuaku dulu sebenarnya kucing kecil itu ingin mengajakku bermain, tapi karena kuku-kutunya yang tajam akhirnya kakiku tergores. Dan sampai kini aku takut dengan semua binatang, jadi hanya senang melihatnya saja. Hei..tiba-tiba kucing itu mengerang keras, dan ia berlari ke arah rumput di halamanku, ia memakan rumput itu banyak-banyak dan mengunyahnya cepat sekali. Tak lama kemudian kulihat kucing itu wajahnya aneh seperti menahan rasa sakit, lalu ia seperti ingin muntah dan akhirnya ia benar-benar memuntahkan seluruh isi perutnya huh banyak sekali… Dan akhirnya wajah kucing itu menjadi lega dan ia terduduk lemas di atas rumput dan beberapa waktu kemudian wajahnya sudah segar kembali dan si coklatpun berlalu pergi dengan tenangnya seperti tak ada yang terjadi. Rupanya ia sudah sehat kembali..
Setelah kuperhatikan rupanya mungkin makanan sisa yang ia makan sudah basi atau sudah mengandung racun sehingga kucing itu keracunan, atau juga mungkin kucing itu masuk angin sehingga perutnya tidak enak dan kembung. Kalau kucing peliharaan tentunya bila sakit akan dibawa ke dokter hewan oleh pemeliharanya. Ternyata Allah Maha Adil, kucing liarpun telah diberikannya obat dari tanaman yang ada dibumi ini dan tersedia dimana saja. Kulihat dari muntahan kucing tadi, rumput yang ia makan turut keluar semua, mungkin rumput itu sebagai obat bagi perutnya yang tidak enak dan akhirnya dapat memacunya untuk mengeluarkan semua sisa makanan yang tidak baik yang sudah tertelan olehnya. Subhanallah, Allah memberikan rizki bagi semua mahluknya dibumi ini tanpa kecuali…. Semoga aku dapat selalu mensyukuri setiap nikmatNya yang telah IA berikan…amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar